5 Langkah Praktis Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Berapa banyak sampah organik yang kamu hasilkan di tempat tinggalmu? Mulai dari kulit
buah, sisa sayuran, sampai kulit bawang, ternyata mereka sangat bermanfaat, lho! Daripada
memenuhi sampah, sisa-sisa bahan organik ini dapat kamu olah menjadi pupuk kompos, yang bisa
digunakan untuk bercocok tanam.
Jadi, daripada membeli pupuk di toko, kamu bisa memakai pupuk sendiri. Lebih hemat,
bukan? Nah, untuk kamu yang ingin mulai bercocok tanam atau sekadar mengurangi limbah di
Residence at Dharmawangsa Jakarta, ini dia langkah-langkah praktis bikin pupuk kompos dari
sampah rumah tangga.

1. Kumpulkan Sampah Organik
Pertama-tama, kumpulkan sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi,
sampai daun kering, dan ranting kecil. Apa pun yang berasal dari makhluk hidup alami, selama
tidak mengandung bahan kimia, minyak, atau produk olahan susu, semua bisa kamu gunakan.
Untuk proses lebih praktis, kamu bisa mencacah sampah organik ini menjadi potongan-potongan
kecil.
Nah, yang wajib dihindari adalah sampah non-organik seperti plastik, kaca, kaleng, dan
logam. Benda-benda ini tidak akan terurai, dan bisa mengganggu proses kompos. Jadi, pastikan
kamu pilah sampah dengan teliti, ya!

2. Siapkan Wadah Khusus
Gunakan wadah seperti ember, baskom, atau kontainer bekas yang dilubangi bagian bawah
dan sampingnya. Lubang-lubang ini berguna untuk menjaga sirkulasi udara pupuknya. Tidak harus
wadah yang besar—kamu bisa menggunakan komposter mini atau kontainer bekas cat, misalnya.
Pastikan wadah ini juga memiliki penutup.

3. Buat Lapisan Kompos
Mulai dengan menuang beberapa genggam tanah di dasar wadah. Tuang sedikit air supaya
tanah tidak kering. Setelah itu, tambahkan sampah organik yang sudah dikumpulkan. Kemudian
tuang tanah lagi. Ulangi lapisan ini sampai memenuhi wadah. Usahakan rasio tanah dan sampah
tidak beda jauh.

4. Tuang Cairan EM4
EM4 adalah cairan berisi bakteri baik yang mempercepat proses pelapukan sampah
organik. Cairan ini umum dijual di toko pertanian dengan harga terjangkau. Campurkan sedikit
EM4 dengan air, lalu siram ke lapisan kompos. Langkah ini opsional, karena fungsi utama EM4
adalah untuk mempercepat proses kompos dan membuat sampah bebas bau.

5. Tunggu 3-4 Minggu

Tutup wadah dan diamkan kompos melapuk dengan alami. Aduk kompos setiap beberapa
hari. Pastikan kamu menggunakan sarung tangan atau tongkat agar kulit tidak berkontak langsung
dengan bakteri. Dalam 3-4 minggu, kompos akan berubah menjadi tanah hitam gembur. Apabila
sudah tidak berbau, tandanya pupuk kompos siap digunakan.

Itu dia langkah-langkah praktis membuat pupuk kompos di tempat tinggal sendiri. Mudah,
bukan? Sebagian besar bahan-bahan dan peralatan bisa kamu temukan di hunianmu, dan
prosesnya tidak membutuhkan waktu lama. Dengan sedikit niat, kamu bisa ikut menjaga
lingkungan dari rumah sendiri. Kalau kamu tinggal di kawasan hunian yang mendukung gaya hidup
ramah lingkungan, seperti Savyavasa residence at Dharmawangsa Jakarta, membuat kompos
jadi mudah dan menyenangkan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *